Saturday, June 30, 2012

Wednesday, June 20, 2012

Tuesday, May 08, 2012

TULISAN 5


ENAM LANGKAH MANAJEMEN RISIKO


Manajemen risiko adalah suatu proses mengidentifikasikan dan mengukur harta, hutang, dan personil dari risiko murni. Enam langkah yang termasuk dalam proses manajemen risiko adalah :
1.   Menemukan tujuan perusahaan/keluarga dalam mencapai proses manajemen risiko.
2.  Setelah tujuan diterapkan maka manajer risiko harus mengidentifikasikan kerugian kerugian dari perusahaan atau keluarga. Identifikasi risiko ini mungkin merupakan fungsi yang paling sulit dilakukan oleh seorang manjer risiko. Kesaahan alam mengidentifikasikan seluruh hal-hal yang ada dalam keluarga menyebabkan manajer risiko tidak memiliki kesempatan dan mengetahui kerugian yang tidak diketahui secara ilmiah.
3.  Langkah berikut yang penting adalah mengukur kerugian yang potensial selama periode anggaran. Yang termasuk dalam pengukuran ini yaitu;
·         Kemungkinan atau kesempatan bahwa kerugian tersebut akan terjadi
·         Pengaruh dari kerugian tersebut
·         Kemampuan untuk memperkirakan kerugian-kerugian yang besar yang benar-benar akan terjadi. Proses pengukuran ini penting karena dapat mengidentifikasikan terhadap hal-hal yang benar-benar serius dalam perusahaan.

4.  Langkah berikutnya manajer risiko harus memilih kombinasi yang terbaik dari teknik yang digunakan dalam memecahkan masalah tersebut yang termasuk dalam teknik ini yaitu:
·         Menghindari exposure
·         Mengurangi kesempatan bahwa kerugian akan terjadi atau bila hal-hal tersebut terjadi maka kurangi besarnya kerugian
·         Memindahkan kerugian yang potensial kepada bagian yang lain
·         Mengurangi kerugian-kerugian tersebut
5.  Setelah memutuskan alternative teknik dari risiko maka manajer risiko harus menerapkan keputusan yang dibuat.
6. Hasil dari keputusan yang telah dibuat harus diawasi untuk mengevaluasi dari keputusan tersebut.







Nugroho, Widyo dkk.1999.Asuransi dan Manajemen Risiko.Jakarta:Penerbit Gunadarma

Wednesday, May 02, 2012

 TEORI ORGANISASI MODERN


Teori ini kadang disebut sebagai analisa system pada organisasi merupakan aliran besar ketiga dalam teori organisasi dan manajemen. Teori modern melihat semua unsure organisasi sebagai satu kesatuan dan saling ketergantungan yang didalamnya mengemukakan bahwa organisasi bukanlah suatu system tertutup yang berkaitan dengan lingkungan yang stabil akan tetapi organisasi merupakam system terbuka.

Teori modern dikembangkan sejak tahun 1950 dalam banyak hal yang mendalam teori modern berbeda dengan teori klasik perbedaan tersebut diantaranya adalah :
Teori klasik memusatkan pandangannya  pada analisa dan deskripsi organisasi
Sedangkan
Teori modern dengan tekanan pada perpaduan dan perancangan menjadikan pemenuhan suatu kebutuhan yang menyeluruh.
-     Teori klasik telah membicarakan konsep koordinasi, scalar dan vertical, sedangkan teori modern lebih dinamis dari pada teori lainnya dan meliputi lebih banyak variabel yang dipertimbangkan.

Teori modern menyebutkan bahwa kerja suatu organisasi adalah sangat kompleks, dinamis, multilevel, multidimensional, multivariable, dan probabilistic. Dengan analisa system teori organisasi modern mencoba untuk mencari jawaban atas pertanyaan yang saling berhubungan.
Pertanyaan kunci tersebut diantaranya adalah ;
-     Apa yang merupakan bagian-bagian strategis system
-     Apa yang menyebabkan mereka saling bergantung
-     Proses-proses inti apa yang menghubungkan bagian-bagian secara bersama-sama dan memberikan penyesuaian satu sama lain.
-     Tujuan apa yang hendak dicapai melalui system
Konsep system umum menjadi dasar utama analisa organisasi dalam teori modern, dan secara ringkas kedua teori ini baik teori modern maupun teori system umum mempelajari;
-     Bagian-bagian dalam keseluruhan dan pergerakan individu didalam dan diluar system
-     Interaksi individu-individu dengan lingkaran yang terjadi dalam system
-     Interaksi diantara individu-individu dalam system
-     Masalah-masalah pertumbuhan dan stabilitas system.

Teori modern menunjukkan tiga kegiatan proses hubungan universal yang selalu muncul pada system manusia dalam perilakunya berorganisasi yaitu;
-     Komunikasi
-     Konsep keseimbangan
-     Proses pengambilan keputusan
Perkembangan teori organisasi yang telah dibahas, memberikan dasar munculnya berbagai pendekatan manajemen yang berbeda-beda adapun pendekatan-pendekatan manajemen tersebut adalah ;
-     Pendekatan proses ;
-     Pendekatan keprilakuan ;
-     Pendekatan kuantitatif ;
-     Pendekatan system;
-     Pendekatan situasional.




Amperaningrum, Izzati dan Widyatmini.1994.Pengantar Organisasi & Metode.Jakarta:Penerbit Gunadarma


Teori Organisasi

2. Teori  Neoklasik
Teori ini secara sederhana dikenal sebagai teori atau aliran hubungan manusiawi (The Human Relation Movement). Teori neoklasik ini dikembangkan atas teori klasik. Anggapan dasar teori ini adalah menekankan pentingnya aspek psikologis dan social karyawan sebagai individu maupun sebagai bagian kelompok kerjanya, atas dasar anggapan inilah maka teori neoklasik mendefinisikan “suatu organisasi” sebagai sekelompok orang dengan tujuan bersama. Perkembangan teori ini dimulai dengan inspirasi percobaab-percobaan yang dilakukan di Howthorne dan dari tulisan Huga Munsterberg.
Hugo Munsterberg dikenal sebagai pencetus psikologi industry dan tulisannya yang menonjol dalambuku yang berjudul Psychology and Industrial Efficiency tahun 1913. Buku ini merupakan jembatan penting antara manajemen ilmiah dan perkembangan lebih lanjut dari teori neoklasik. Dalam hal ini, Munsterberg menekankan adanya beberapa perbedaan karakteristik individual dalam organisasi dan mengingatkan adanya pengaruh factor social dan budaya terhadap organisasi.
Percobaan-percobaan di Howthorne yang dilakukan dari tahun 1924 samapai 1932 menandai adanya permulaan perkembangan teori hubungan manusiawi. Percobaan ini merupakan kristalisasi teori neoklasik. Penemuan-penemuan Howthorne telah menambah dimensi-dimensi baru dan esensial bagi teori organisasi. Didalam studi Howthorne tersebut telah memperkenalkan gagasan bahwa organisasi adalah suatu system terbuka dimana segmen teknis dan manusiawi saling berkaitan erat. Dan pada akhirnya percobaan-percobaan Howthorne menunjukkan bagaimana kegiatan kelompok-kelompok kerja kohesif sangat berpengaruh pada operasi organisasi.
Dalam hal pembagian kerja, teori neoklasik telah mengemukakan perlunya hal-hal sebagai berikut :
-    Partisipasi 
-    Perluasan kerja
-    Manajemen Bottom-Up






Amperaningrum, Izzati dan Widyatmini.1994.Pengantar Organisasi & Metode.Jakarta:Penerbit Gunadarma





TEORI ORGANISASI
www.gunadarma.ac.id
Pengantar Organisasi dan Metode 
1.    Teori organisasi klasik :

Teori  klasik terkadang disebut juga teori tradisional yang berisikan konsep tentang organisasi mulai dari abad 19. Teori ini digambarkan secara umum oleh para teoritisi klasik sebagai sangat tersentralisasi dan tugas-tugas terspesialisasi serta memberikan petunjuk mekanistik structural yang kaku tidak mengandung kreativitas.
Teori klasik mendefinisikan organisasi sebagai struktur hubungan , kekuasaan, tujuan, peranan, kegiatan, komunikasi dan factor lain yang terjadi bila orang-orang bekerja sama.
Kemudia teori ini berkembang menjadi tiga aliran yang dibangun berdasarkan anggapa dan efek yang sama yaitu; teori birokrasi, teori administrasi, dan teori manajemen ilmiah.

Teori birokrasi
Teori ini dikemukakanoleh Max Weber dalam bukunya “The Protestant Ethic and Spirit of Capitalism”.
Kata birokrasi berasal dari kata legal-rasional. Organisasi itu legal, karena wewenangnyaberasal dari seperangkat aturan prosedur dan peranan yang dirumuskan secara jelas dan organisasi disebut rasional dalam hal penetapan tujuan dan perancangan organisasi untuk mencapai tujuan tersebut.
Karakteristik birokrasi menurut Weber ;
-     Pembagian kerja yang jelas
-     Hirarki wewenang yang dirumuskan secara baik
-     Program rasional dalam pencapaian tujuan organisasi
-     System prosedur bagi penanganan situasi kerja
-     System aturan yang mencakup hak-hak dan kewajiban-kewajiban posisi para pemegang jabatan
-     Hubungan antar pribadi yang bersifat impersonal
Teori administrasi
Teori ini sebagian besar dikembangkan atas dasar sumbangan Henri Fayol dan Lyndall Urwick dari Eropa serta Mooney dan Reiley dari Amerika
Henri Fayol seorang industrialis dari Perancis, hidup pada tahun 1841-1925, Fayol mengemukakan dan membahas 14 kaidah manajemen yang menjadi dasar perkembangan teori administrasi ;
-     Pembagian kerja
-     Wewenang dan tanggung jawab
-     Disiplin
-     Kesatuan perintah
-     Kesatuan pengarahan mendahulukan kepentingan umum dari pada kepentingan pribadi
-     Balas jasa
-     Sentralisasi
-     Rantai scalar
-     Aturan
-     Keadilan
-     Kelanggengan personalia
-     Inisiatif
-     Semangat korps
Henry Fayol juga memerinci fungsi-fungsi kegiatan administrasi menjadi elemen-elemen manajemen yang dikenal sebagai Fayol’s Functionalism yaitu : perencanaan, pengorganisasian, pemberian perintah, pengkoordinasian, dan pengawasan.
James D. Mooney dan Allen Reilly pada tahun 1931 menulis dan menerbitkan buku “Onward Industry”. Mereka menyebut koordinasi sebagai factor terpenting dalam perencanaan organisasi dan menekankan tiga prinsip organisasi ;
-     Prinsip koordniasi                           -Prinsip scalar
-     Prinsip fungsional





Amperaningrum, Izzati dan Widyatmini.1994.Pengantar Organisasi & Metode.Jakarta:Penerbit Gunadarma


PROGRAM UNTUK MENGHITUNG TOTAL PEMBAYARAN BARANG