Friday, April 25, 2014

Deregulasi Perbankan Indonesia

Deregulasi : Deregulasi perbankan dimulai sejak tahun 1983. Pada tahun tersebut, BI memberikan keleluasaan kepada bank-bank untuk menetapkan suku bunga. Pemerintah berharap dengan kebijakan deregulasi perbankan maka akan tercipta kondisi dunia perbankan yang lebih efisien dan kuat dalam menopang perekonomian. 

Kebijakan deregulasi perbankan ini kemudian terus terjadi dengan rangkaian kebijakan-kebijakan lainnya. Pada tahun 1988, Pemerintah mengeluarkan Paket Kebijakan Deregulasi Perbankan 1988 (Pakto 88). Memasuki tahun 1990-an, BI mengeluarkan Paket Kebijakan Februari 1991 yang berisi ketentuan yang mewajibkan bank berhati-hati dalam pengelolaannya. Pada 1992 dikeluarkan UU Perbankan menggantikan UU No. 14/1967. Sejak saat itu, terjadi perubahan dalam klasifikasi jenis bank, yaitu bank umum dan BPR. UU Perbankan 1992 juga menetapkan berbagai ketentuan tentang kehati-hatian pengelolaan bank dan pengenaan sanksi bagi pengurus bank yang melakukan tindakan sengaja yang merugikan bank, seperti tidak melakukan pencatatan dan pelaporan yang benar, serta pemberian kredit fiktif, dengan ancaman hukuman pidana. Selain itu, UU Perbankan 1992 juga memberi wewenang yang luas kepada Bank Indonesia untuk melaksanakan fungsi pengawasan terhadap perbankan. 

Tabel 1. Rangkaian Kebijakan Deregulasi Perbankan

Periode/Tahun
Kebijakan
1983
Awal mula deregulasi perbankan. Dikeluarkannya Paket Kebijakan Juni 1983 (Pakjun 83).
1988
Paket Kebijakan Deregulasi Perbankan 1988 (Pakto 88) dikeluarkan oleh Pemerintah.
1991
Paket Kebijakan Februari 1991 dikeluarkan oleh BI.
1992
UU Perbankan disahkan, menggantikan UU No. 14/1967.
1992
Peraturan Pemerintah No. 72 Tahun 1992 tentang Bank Berdasarkan Prinsip Bagi Hasil. Cikal bakal legalisasi Bank Syariah di Indonesia.
Sumber : Sejarah Bank Indonesia: Perbankan Periode 1983-1997.

Tujuan Deregulasi Perbankan 
Berdasarkan dokumen “Sejarah Bank Indonesia: Perbankan Periode 1983-1997”, ada beberapa sasaran atau tujuan strategis baik Pemerintah maupun BI melakukan deregulasi perbankan, diantaranya adalah: 
Meningkatkan peran perbankan dalam pembangunan ekonomi. 
Menciptakan alat-alat moneter berdasarkan mekanisme pasar dan menjaga. 
Kestabilan moneter dengan menggunakan alat yang diciptakannya. 
Melakukan pengendalian devisa dan mendorong ekspor nonmigas. 
Menunjang pengembangan pasar modal. 

Menunjang pengembangan usaha kecil dan koperasi. 
Untuk mencapai sasaran strategis tersebut baik BI dan Pemerintah menetapkan beberapa langkah strategis yaitu diantaranya adalah : 
Menstimulus perbankan sebanyak mungkin membiayai pemberian kreditnya dengan dana simpanan masyarakat dan mengurangi ketergantungan bank-bank pada KLBI. 
Mendorong perbankan untuk menciptakan produk-produk jasa perbankan baru maupun meningkatkan efisiensi dalam operasi bank.

Sumber :

http://iptekindonesiae.blogspot.com/2013/10/pengertian-deregulasi-perbankan.html

Thursday, April 03, 2014

Tulisa 1 - Softskill Terapan Komputer Perbankan

Pengertian Bank

Bank adalah sebuah lembaga perantara keuangan yang memiliki wewenang dan fungsi untuk menghimpun dana masyarakat umum untuk disalurkan.
Sedangkan menurut Undang-undang Negara Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998 Tanggal 10 November 1998 tentang perbankan, yang dimaksud dengan bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.
Dari definisi bank di atas dapat ditarik kesimpulan, yaitu bank merupakan suatu lembaga dimana kegiatannya menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan, seperti tabungan, deposito, maupun giro, dan menyalurkan dana simpanan tersebut kepada masyarakat yang membutuhkan, baik dalam bentuk kredit maupun bentuk-bentuk lainnya.

Klasifikasi Bank
1.       Klasifikasi bank berdasarkan fungsi atau status operasi <<

·         Melaksanakan kebijakan moneter dan keuangan;
·         Memberi nasehat pada pemerintah untuk soal-soal moneter dan keuangan;
·         Melakukan pengawasan, pembinaan,dan pengaturan perbankan;
·         Sebagai banker’s bank atau lender of last resort;
·         Memelihara stabilitas moneter;
·         Melancarkan pembiayaan pembangunan ekonomi;
·         Mendorong pengembangan perbankan dan sistem keuangan yang sehat.

2.       Klasifikasi bank berdasarkan kepemilikan <<
·         Bank Milik Negara
Adalah bank yang seluruh sahamnya dimiliki oleh negara. Tahun 1999, lahir bank pemerintah yang baru yaitu Bank Mandiri, yang merupakan hasil merger atau penggabungan bank-bank pemerintah yang ada sebelumnya.

·         Bank Pemerintah Daerah
Adalah bank yang sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Daerah. Bank milik Pemerintah Daerah yang umum dikenal adalah Bank Pembangunan Daerah (BPD), yang didirikan berdasarkan UU Nomor 13 Tahun 1962. Masing-masing Pemerintah Daerah telah memiliki BPD sendiri. Di samping itu beberapa Pemerintah Daerah memiliki Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yaitu salah satu jenis bank yang dikenal melayani golongan pengusaha mikro, kecil dan menengah dengan lokasi yang pada umumnya dekat dengan tempat masyarakat yang membutuhkan.

·         Bank Swasta Nasional
Setelah pemerintah mengeluarkan paket kebijakan deregulasi pada bulan Oktober 1988 (Pakto 1988), muncul ratusan bank-bank umum swasta nasional yang baru. Namun demikian, bank-bank baru tersebut pada akhirnya banyak yang dilikuidasi oleh pemerintah. Bentuk hukum bank umum swasta nasional adalah Perseroan Terbatas (PT), termasuk di dalamnya Bank Umum Koperasi Indonesia (BUKOPIN), yang telah merubah bentuk hukumnya menjadi PT tahun 1993.

·         Bank Swasta Asing
Adalah bank-bank umum swasta yang merupakan perwakilan (kantor cabang) bank-bank induknya di negara asalnya. Pada awalnya, bank-bank swasta asing hanya boleh beroperasi di DKI Jakarta saja. Namun setelah dikeluarkan Pakto 27, 1988, bank-bank swasta asing ini diperkenankan untuk membuka kantor cabang pembantu di delapan kota, yaitu Jakarta, Surabaya, Semarang, Bandung, Denpasar, Ujung Pandang (Makasar), Medan, dan Batam. Bank-bank asing ini menjalaskan fungsi sebagaimana layaknya bank-bank umum swasta nasional, dan mereka tunduk pula pada ketentuan-ketentuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.

·         Bank Umum Campuran
Bank campuran (joint venture bank) adalah bank umum yang didirikan bersama oleh satu atau lebih bank umum yang berkedudukan di Indonesia dan didirikan oleh warga negara dan atau badan hukum Indonesia yang dimiliki sepenuhnya oleh warga negara Indonesia, dengan satu atau lebih bank yang berkedudukan di luar negeri.

3.       Klasifikasi bank berdasarkan segi penyediaan jasa

·         Bank Devisa
Bank devisa (foreign exchange bank) adalah bank yang dalam kegiatan usahanya dapat melakukan transaksi dalam valuta asing, baik dalam hal penghimpunan dan penyaluran dana, serta dalam pemberian jasa-jasa keuangan. Dengan demikian, bank devisa dapat melayani secara langsung transaksi-transaksi dalam skala internasional.

·         Bank Non Devisa

Bank umum yang masih berstatus non devisa hanya dapat melayani transaki-transaksi di dalam negeri (domestik). Bank umum non devisa dapat meningkatkan statusnya menjadi bank devisa setelah memenuhi ketentuan-ketentuan antara lain: volume usaha minimal mencapai jumlah tertentu, tingkat kesehatan, dan kemampuannya dalam memobilisasi dana, serta memiliki tenaga kerja yang berpengalaman dalam valuta asing.

Tuesday, December 24, 2013

Analisis DFD


  • Pada DFD diatas terdapat siswa dan kepala sekolah sebagai entitas luar atau terminatornya, kemudian ada beberapa data store yaitu file siswa, file guru, file kelas, file mata pelajaran, file jadwal pelajaran, dan file nilai, dan proses di dalam DFD ada 6 proses yaitu :
  1. Input Data Siswa
  2. Pembagian Kelas
  3. Mencetak Jadwal Pelajaran
  4. Menginput Nilai Siswa
  5. Mencetak Laporan Data Siswa
  6. Membuat Laporan Nilai
  • Pada DFD diatas pada proses pertama yaitu penginputan data siswa, siswa mengisi formulir mengenai data diri mereka sebagai Data Siswa, kemudian data tersebut diinput kemudian data siswa yang sudah diproses diupdate ke data store file siswa.
  • Kemudian pada proses kedua yaitu pembagian kelas, proses ini mengakses data siswa dari file siswa dan data guru dari file guru kemudian mengupdate data kelas pada file kelas, kemudian menghasilkan laporan pembagian kelas yang akan dikirim ke kepala sekolah.
  • Pada proses ketiga yaitu mencetak jadwal pelajaran, proses ini mendapat alur data dari file guru berupa data guru, dari file kelas berupa data kelas dan dari dile mata pelajaran berupa data mata pelajaran kemudian menghasilkan data jadwal pelajaran yang kemudian diupdate ke file jadwal pelajaran
  • Kemudian di proses penginputan nilai siswa, kita lakukan pembacaan mengenai data mata pelajaran yang berasal dari file mata pelajaran, juga dari file guru berupa data guru, data siswa dari file siswa kemudian mengupdate data nilai ke file nilai.
  • Pada proses kelima, yaitu mencetak laporan data siswa. Proses ini mengakses data siswa dari file siswa kemudian mengirimkan laporan data siswa ke kepala sekolah.
  • Kemudian di proses keenam membuat laporan nilai dibutuhkan pembacaan data nilai dari file nilai kemudian membutuhkan dokumen laporan nilai acc dari kepala sekolah kemudian hasilnya berupa dokumen laporan nilai yang diberikan kepada kepala sekolahdan lapran nilai acc untuk siswa.


http://jati.is.unikom.ac.id/jurnal/perancangan-sistem-informasi.1i/4-imelda.pdf

Data Flow Diagram

A.      DFD
Data Flow Diagram atau DFD adalah alat pembuatan model yang memungkinkan professional system untuk menggambarkan system suatu jaringan proses fungsional ynag dihubungkan satu sama lain dengan alur data, baik secara manual maupun kmputerisasi. DFD merupaka alat perancangan system yang berorientasi pada alur data dengan konsep dekomposisi dapat digunakan untuk penggambaran analisa maupun rancangan system yang mudah dikomunikasikan oleh professional system kepada pemakai maupun pembuat program.
B.      Tujuan DFD
n  Memberikan indikasi mengenai bagaimana data ditransformasi pada saat data bergerak melalui system
n  Menggambarkan fungsi-fungsi  (dan sub fungsi) yang mentransformasi aliran data

C.      Manfaat DFD
n  Sebagai alat pembuatan model yang memungkinkan professional system untuk menggambarkan system sebagaisuatu jaringan proses fungsional yang dihubungkan satu sama lain dengan alur data, baik secara manual mmaupun komputerisasi
n  Sebagai salah satu alat pembuatan model yang sering digunakan khususnya bila fungsi-fungsi system merupakan bagian yang lebih penting dan kompleks dari pada data yang dimanipulasi oleh system.
n  Sebagai alat perancangan system yang berorientasi pada alur data dengan konsep dekomposisi dapat digunakan untuk penggambaran analisa maupun rancangan system yang mudah dikomunikasikan oleh professional system kepada pemakai maupun pembuat program.

D.      Komponen Data Flow Diagram
·         Menurut Yourdan dan Marco

·         Menurut Gene dan Serson




Terminator / Entitas Luar
Terminator mewakili entitas eksternal yang berkomunikasi dengan system yang sedang dikembangkan. Biasanya terminator dikenal dengan nama entitas luar (external entity).
Setiap system pasti mempunyai batas system (boundary) yang memisahkan suatu system dengan lingkungan luarnya. Kesatuan luar (external entity) merupakan kesatuan (entity) di lingkungan luar system yag berupa orang, organisasi atau system lainnya yang berada di lingkungan luarnya yang akan memberikan input atau menerima output dari system (Jogiyanto, 1989).
Terminator dapat berupa :
·         Suatu kantor, departemen atau divisi lain dalam perusahaan tetapi diluar system yang sedang dikembangkan
·         Orang atau kelompok orang di organisasi tetapi diluar system yang dikembangkan
·         Suatu organisasi, misalnya langganan, pemasok
·         System informasi lain diluat system yang dikembangkan
·         Sumber asli dari transaksi
·         Penerima akhir dari suatu laporan yang dihasilkan system
Terdapat dua jenis terminator:
1.       Terminator sumber (source) : terminator yang menjadi sumber
2.       Terminator Tujuan (sink) : terminator yang menjadi tujuan data atau informasi system


Data Flow
Arus data ini mengalir diantara proses (Process), simpanan data (Data Store), dan kesatuan luar(External entity/terminator). Arus data ini menunjukkan arus data yang dapat berupa masukkan untuk system atau hasil dari proses system.
Arus data dapat berupa :
·         Formulir atau dokumen
·         Laporan tercetak yang dihasilkan system
·         Tampilan atau output layar yang dihasilkan system
·         Masukan untuk komputer
·         Komunikasi ucapan
·         Surat-surat atau memo
·         Data yang dibaca atau direkam suatu file
·         Suatu isian yang dicatat dalam buku agenda
·         Transmisi data dari suatu komputer ke komputer yang lain

Proses (process)
Suatu proses adalah kegiatan atau kerja yang dilakukan oleh orang, mesin, atau computer dan hasil suatu arus data yang masuk ke dalam proses untuk dilakukan arus data yang akan keluar dari proses.suatu proses dapat ditunjukkan dengan symbol lingkaran atau dengan symbol empat persegi tegak dengan sudutnya yang tumpul.
Proses diberi nama untuk menjelaskan proses atau kegiatan apa yang sedangan atau akan dilaksanakan. Pemberian nama proses dilakukan dengan menggunakan kata kerja transitif (kata kerja yang membutuhkan objek), seperti menghitung gaji, mencetak KRS, menghitung jumlah SKS.
Ada empat kemungkinan yang dapat terjadi dalam proses sehubungan dengan input dan output:



Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan tentang proses :
·         Proses dapat dihubungkan dengan komponen terminator, data store atau proses melalui alur data
·         System/bagian/divisi/departemen yang sedang dianalisis oleh professional system digambarkan dengan komponen proses.
·         Kegiatan atau kerja yang dilakukan orang, mesin atau computer
·         Semua proses harus ada input dan harus ada outputnya
·         Physical data flow diagram (PDFD) proses dapat dilakukan oleh manusia, mesin atau computer
·         Logical data flow diagram (LDFD) proses yang dilakukan oleh computer
Kesalahan dalam penggambaran proses yang terjadi
n  Black hole ( ada input, tidak ada output)
Karena data masuk ke dalam proses dan lenyap tidak berbekas seperti dimasukkan ke dalam lubang hitam
n  Miracle / ajaib ( ada output namun tidak ada input)
Karena ajaib dihasilkan output tanpa pernah menerima input

Simpanan Data/Data Store
Komponen ini digunakan untuk membuat model sekumpulan paket data dan diberi anama dengan kata benda jamak, misalnya Mahasiswa
Yang termasuk kedalam data store :
·         Suatu file atau database di system computer
·         Suatu arsip atau catatan manual
·         Suatu kotak tempat data di meja seseorang
·         Suatu tabel acuan manual
·         Suatu agenda atau buku
Suatu data store dihubungkan dengan alur data hanya pada komponen proses, tidak dengan komponen  DFD lainnya. Pengertian alur data yang menghubungkan data store sebagai erikut:
n  Alur data dari data store
Berarti pembacaan atau pengaksesan satu paket tunggal data, lebih dari satu pake data, sebagian dari satu paket tunggal data, atau sebagian dari lebih dari satu paket data untuk suatu proses (lihat gambar (a))
n  Alur data ke data store
Berarti pengupdatean data, seperti menambah satu paket data baru atau lebih, menghapus satu paket atau lebih, atau mengubah/memodifikasi satu paket data atau lebih (lihat gambar (b))



E.       SYARAT PEMBUATAN DFD
1.       Pemberian nama untuk tiap komponen DFD
2.       Pemberian nomor pada komponen proses
3.       Penggambaran DFD sesering mungkin agar enak dilihat
4.       Penghindaran penggambaran DFD yang rumit
5.       Pemastian DFD yang dibentuk itu konsisten secara logika

F.       PENGGAMBARAN DFD
1.       Identifikasi semua entitas luar yang teribat di system.
2.       Identifikasi semua input dan output yang terlibat dengan entitas luar
3.       Buat Diagram Konteks (diagram context)
·         Menentukan nama sistemnya
·         Menentukan batasan sistemnya
·         Menentukan terminator apa saja yang ada dalam system
·         Menentukan apa yang diterima atau diberikan terminator dari/ke system
·         Gambar diagram konteksnya

4.       Buat Diagram Level Zero
·         Menentukan proses utama yang ada pada system
·         Menentukan apa yang diberikan/diterima masing-masing proses ke/dari system sambil memperhatikan konsep kesimbangan
·         Apabila diperlukan, munculkan data store (master) sebagai sumber maupun tujuan alur data
·         Gambarkan diagram zero
o   Hindari perpotongan arus data
o   Beri nomor pada proses utama (nomor tidak menunjukkan urutan proses)

5.       Buat Diagram Level Satu
·         Menentukan proses yang lebih kecil(sub-proses) dari proses utama yang ada di level zero
·         Tentukan apa yang diberikan /diterima masing-masing sub-proses ke/dari system dan perhatikan konsep keseimbangan.
·         Apabila diperlukan, munculkan data store (master) sebagai sumber maupun tujuan alur data
·         Gambarkan DFD level satu
o   Hindari perpotongan arus data
o   Beri nomor pada masing-masing sub-proses yang menunjukkan dekomposisi dari proses selanjutnya

6.       Buat Diagram Level Dua, Tiga..
Diagram ini merupakan dekomposisi dari level sebelumnya. Proses dekomposisi dilakukan sampai dengan proses siap dituangkan ke dalam program. Aturan yang digunakan sama dengan level satu.




Wednesday, October 30, 2013

Tugas Wawancara UKM - SIA

Tugas wawancara
Pada kesempatan kali ini saya diberi tugas untuk mewawancarai salah satu UKM. Disini saya mewawancarai sebuah kedai bernama ‘SOSIS BAKAR TETEH’ yang bertempat di Wisma Asri 1 jalan Markisa blok L No. 46
Berikut beberapa pertanyaan yang saya berikan :
1.       Kapan usaha ini mulai dibuka ?
Sejak tahun 2011

2.       Berapa modal awal untuk usaha ini?
Modal pertama kali sebesar 300.000 yang berasal dari uang pribadi

3.       Apa saja yang dijual di kedai ini?
Sosis, otak-otak dan bakso

4.       Bagaimana pencatatan pengeluaran dan pemasukan usaha Anda?
Untuk pengeluaran saya catat di buku catatan kecil.

5.       Berapa laba yang diperoleh setiap harinya?
Kalau perhari saya mendapat ssekitar 350.000 sedangkan untuk akhir pekan sekitar 500.000

6.       Apa yang Anda lakukan dengan laba tersebut?
Biasanya untuk membeli bahan-bahan dan sisanya ditabung untuk biaya anak sekolah.

7.       Berapa jumlah barang yang dikeluarkan untuk setiap harinya?
Untuk bumbu keseluruhan Rp. 100000, 2 kardus sosis seharga Rp. 550000, otak-otak 200 buah, dan bakso 200 buah.

8.       Siapa saja pelanggan dari usaha Anda ?
Biasanya pelajar, mahasiswa, ada juga dari yamaha music dan mnc tv.

9.       Bisa terima pesanan? Pernah ada yang melakukan pemesanan?
Bisa, pernah  waktu itu untuk acara ulang tahun serta khitanan

10.   Selama ini apa pernah ada pelanggan yang berhutang?
Selama ini belum ada, semuanya tunai. Bahkan jika ada pelanggan yang memesan dengan jumlah pembelian Rp. 30000 mungkin akan saya kirim tanpa ongkos kirim.
Bila berada di daerah Wisma Asri dan sekitarnya dan ingin pesan antar silahkan hubungi 085780773304 atas nama Bapak Nugraha.

Berikut DFD untuk penjualan UKM ini





Tuesday, October 29, 2013

Rangkuman SIA (V-VII)

BAB 5 MEMAHAMI DAN MENDESAIN DATA AKUNTANSI

Setelah berfokus pada proses bisnis dan unsure data SIA, maka sekarang berlanjut kepada bagaimana mendesain file data yang berfokus pada relational database atau basis data relasional. Pada basis data relasional data yang disajikan berupa tabel dua dimensi yang disebut relasi. Data disimpan didalam tabel, yang sama dengan file. Kolom pada tabel disebut atribut dan baris pada tabel disebut record.
Bagaimana mendokumentasikan file transaksi?
Kita perlu mengetahui pedoman untuk mengidentifikasi apakah tabel transaksi itu diperlukan atau tidak karena tidak semua kejadian relevan dengan permodelan data. Untuk langkah pertama, kita harus menentukan kejadian-kejadian yang ada didalam proses. Kedua, mengeluarkan kejadian yang tidak perlu dicatat didalam system. Ketiga, mengeluarkan kejadian query dan pelaporan karena mencakup penggunaan data yang telah dicatat didalam SIA. Terakhir, mengeluarkan kejadian pemeliharaan.
Atribut dan hubungan
Bagian ini menjelaskan tentang tiga konsep penting untuk memperbaiki desain awal yang dikembangkan dari analisis kejadian yaitu kunci primer, atrbut terhubung dan kardinalitas hubungan. Ketiganya bersama-sama membantu oernati lunak basis data mengaitkan informasi yang disimpan didalam tabel untuk memproduksi berbagai dokumen dan laporan.
·         Kunci utama (primary key) adalah atribut-atribut yang secara unik mengidentifikasi record di tabel.
Contoh : tabel pelanggan, tabel persediaan, tabel pesanan.
·         Kunci asing (foreign key) adalah field di tabel yang merupakan kunci utama di beberapa tabel lainnya.
·         Hubungan Antartabel pada basis data disebut kardinalitas yang menunjukkan berapa banyak keterjadian antar entitas.
Ø  Hubungan satu dengan satu
Ø  Hubungan satu dengan banyak / banyak dengan satu
Ø  Hubungan banyak dengan banyak
Signifikansi konsep untuk Aplikasi Basis Data
·         Mengimplementasikan dokumen dan laporan
·         Mengimplementasikan formulir input
·         Mengontrol data SIA: Integritas referensial


BAB 6 MEMAHAMI DAN MENDESAIN QUERY DAN LAPORAN
Query adalah permintaan informasi dari basis data atau lebih lengkapnya adalah instruksi untuk memperoleh kembali informasi dari tabel dan ditampilkan atau dicetak di formulir laporan untuk memenuhi kebutuhan pengguna. Laporan adalah pennyajian data yang terpola dan tersusun, dibuat dan digunakan sebagai suatu bagian integral dan proses bisnis.
Bahasa query telah dikembangkan untuk memungkinkan pengguna berkomunikasi dengan DBMS dalam bentuk lebih terstruktur.
·         Structured query language (SQL) merupakan standar untuk melakukan query basis data relasional. Format dasar query SQL adalah sbb: SELECT, FROM, WHERE.
·         Query by example (QBE) merupakan pendekatan yang lebih sederhanan, meskipun kurang kuat, untuk berkomunikasi dengan basis data. Perancang yang menentukan outputnya dengan menggunakan grid. Pengguna tidak dihharuskan mempelajari SQL karena MS. Access mendukung QBE.
Spesifikasi Query
·         Query Satu Tabel
·         Query  Banyak Tabel
Jenis-jenis laporan
Empat model laporan berdasarkan organisasi data di laporan ialah daftar sederhana, perincian yang dikelompokkan, ringkasan, dan entitas tunggal. Laporan dapat juga diklasifikasikan pada jenis data dalam laporan. Beberapa berfokus pada kejadian, lainnya mungkin berfokus pada tabel induk dan menyajikan data acuan dan ringkasan dari record tersebut.
Tata Letak Laporan
Terdapat Header halaman, Kotak label dan kotak teks, mengelompokkan atribut, header kelompok, perincian kelompok, dan footer kelompok.
Laporan Kejadian
Kita berfokus pada laporan kejadian yang mendaftar atau meringkas data kejadian yang tersedia di tabel transaksi. Contoh-contoh laporan transaksi meliputi pesanan pembelian (PO), faktur pembelian, retur pembelian, pesanan penjualan, pesanan penjualan, faktur penjualan, retur penjualan, pengiriman, penerimaan kas, dan laporan produksi.
Laporan kejadian diklasifikasikan menjadi empat model yaitu ;
a.       Daftar Kejadian Sederhana
b.      Rincian Kejadian Dikelompokkan
c.       Ringkasan Kejadian
d.      Kejadian Tunggal
Daftar Acuan dan Laporan Status
Daftar acuan (reference list) hanya melaporkan data acuan yang diambil dari tabel induk. Contohnya adalah daftar pelanggan dengan nama dan alamat, daftar pemasok, daftar produk yang terjual, dan bagan akun-akun buku besar. Daftar seperti ini bermanfaat untuk seseorang yang ingin cepat mengetahui berbagai informasi yang menjadi acuan untuk pelaporan.
Laporan status (status report)
Menyediakan data ringkasan mengenai barang, jasa, atau agen yang meringkas hasil – hasil transaksi masa lalu.contoh data ringkasan adalah Jumlah_Barang_di_Gudang, Saldo_Utang, dan Penjualan_Hingga_Sekarang. Laporan status dapat dibuat dalam bentuk terperinci atau ringkasan.
·         Laporan status perincian berkelompok (grouped detail statu report) menampilkan data ringkasan dan biasanya beberapa data acuan mengenai barang, jasa, atau agen maupun kejadian (perincian yang mendukung) yang menyebabkan perubahan data ringkasan.
·         Laporan ringkasan status (summary status report) mendaftar data acuan dan data ringkasan mengenai barang, jasa, atau agen.

BAB 7 MEMAHAMI DAN MERANCANG FORMULIR
Sebagai auditor dan evaluator SIA, akuntan menyadari bahwa sebuah formulir entri data merupakan hal penting dalam pengendalian internal. Formulir yang didesain dengan baik dapat meningkatkan akurasi dan pengendalian entri data. Formulir diperlukan karena langkah-langkah entri data mengenai informasi ke banyak tabel dapat ddigabungkan ke dalam satu formulir saja. Juga karena formulir menyajikan antarmuka (interface) yang mudah digunakan untuk pengguna akhir. Analisis kejadian dan formulir dapat membantu anda dalam mengidentifikasi kebutuhan akan formulir input.
Hubungan antar formulir input dengan tabel yaitu ;
1.       Satu formulir untuk mencatat data di satu tabel
2.       Satu formulir untuk mencatat data di dua tabel atau lebih
3.       Dua formulir atau lebih untuk mencatat di satu tabel
Jenis-jenis formulir input dikelompokkan menjadi tiga jenis yaitu formulir entri satu record, formulir entri bentuk tabel, dan formulir entri multitabel. Cara-cara untuk entri data dilakukan dengan empat cara berikut :
1.       Agen internal mengetik data
2.       Agen internal memilih data untuk dimasukkan dengan menggunakan tabel pencarian, tombol radio, atau kotak cek
3.       Agen internal memindai kode barang produk atau kartu identifikasi pelanggan
4.       Pengguna memasukkan data dengan menggunakan formulir di situs web perusahaan
Untuk mengidentifikasi formulir yang diperlukan, perlu diidentifikasi data yang diperlukan berdasarkan kebutuhan akan informasi mengenai kejadian-kejadian dalam proses dan mengenai agen, barang, dan jasa terkait. Untuk memahami bagaimana data dikumpulkan di perusahaan, seorang evaluator dapat mengembangkan sebuah daftar cara dimana system digunakan. UML use case dapat digunakan untuk membuat model interaksi antara pengguna system.
Untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi entri data dalam arti pengguna tidak harus memasukkan data secara langsung ke dalam tabel juga karena penggunaan formulir untuk meningkatkan pengendalian internal. Terdapat beberapa pengendalian untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi entri data :
1.       Kunci utama
2.       Fitur pencarian
3.       Pemindaian
4.       Pemeriksaan record
5.       Konfirmasi
6.       Integritas referensial
7.       Pemeriksaan format
8.       Aturan validasi
9.       Default
10.   Melarang field kosong
11.   Nilai yang dihasilkan computer
12.   Mengingatkan pengguna untuk menerima/menolak data
Untuk mendesain formulir, setelah diidentifikasi kejadian-kejadian dalam proses bisnis selanjutnya adalah menjelaskan desain data untuk perusahaan tersebut. Kemudian memasukkan adanya kejadian penyimpanan arsip yang diperlukan untuk menetapkan dan memodifikasi data acuan di file induk. Kemudian memutuskan kejadian mana yang melibatkan pemasukan data di formulir. Selanjutnya kita gambar use case diagram  yang mendaftar seluruh use case yang diperlukan untuk menunjukkan komunikasi dengan pelaku-pelaku yang tepat.