Wednesday, May 02, 2012


Teori Organisasi

2. Teori  Neoklasik
Teori ini secara sederhana dikenal sebagai teori atau aliran hubungan manusiawi (The Human Relation Movement). Teori neoklasik ini dikembangkan atas teori klasik. Anggapan dasar teori ini adalah menekankan pentingnya aspek psikologis dan social karyawan sebagai individu maupun sebagai bagian kelompok kerjanya, atas dasar anggapan inilah maka teori neoklasik mendefinisikan “suatu organisasi” sebagai sekelompok orang dengan tujuan bersama. Perkembangan teori ini dimulai dengan inspirasi percobaab-percobaan yang dilakukan di Howthorne dan dari tulisan Huga Munsterberg.
Hugo Munsterberg dikenal sebagai pencetus psikologi industry dan tulisannya yang menonjol dalambuku yang berjudul Psychology and Industrial Efficiency tahun 1913. Buku ini merupakan jembatan penting antara manajemen ilmiah dan perkembangan lebih lanjut dari teori neoklasik. Dalam hal ini, Munsterberg menekankan adanya beberapa perbedaan karakteristik individual dalam organisasi dan mengingatkan adanya pengaruh factor social dan budaya terhadap organisasi.
Percobaan-percobaan di Howthorne yang dilakukan dari tahun 1924 samapai 1932 menandai adanya permulaan perkembangan teori hubungan manusiawi. Percobaan ini merupakan kristalisasi teori neoklasik. Penemuan-penemuan Howthorne telah menambah dimensi-dimensi baru dan esensial bagi teori organisasi. Didalam studi Howthorne tersebut telah memperkenalkan gagasan bahwa organisasi adalah suatu system terbuka dimana segmen teknis dan manusiawi saling berkaitan erat. Dan pada akhirnya percobaan-percobaan Howthorne menunjukkan bagaimana kegiatan kelompok-kelompok kerja kohesif sangat berpengaruh pada operasi organisasi.
Dalam hal pembagian kerja, teori neoklasik telah mengemukakan perlunya hal-hal sebagai berikut :
-    Partisipasi 
-    Perluasan kerja
-    Manajemen Bottom-Up






Amperaningrum, Izzati dan Widyatmini.1994.Pengantar Organisasi & Metode.Jakarta:Penerbit Gunadarma





TEORI ORGANISASI
www.gunadarma.ac.id
Pengantar Organisasi dan Metode 
1.    Teori organisasi klasik :

Teori  klasik terkadang disebut juga teori tradisional yang berisikan konsep tentang organisasi mulai dari abad 19. Teori ini digambarkan secara umum oleh para teoritisi klasik sebagai sangat tersentralisasi dan tugas-tugas terspesialisasi serta memberikan petunjuk mekanistik structural yang kaku tidak mengandung kreativitas.
Teori klasik mendefinisikan organisasi sebagai struktur hubungan , kekuasaan, tujuan, peranan, kegiatan, komunikasi dan factor lain yang terjadi bila orang-orang bekerja sama.
Kemudia teori ini berkembang menjadi tiga aliran yang dibangun berdasarkan anggapa dan efek yang sama yaitu; teori birokrasi, teori administrasi, dan teori manajemen ilmiah.

Teori birokrasi
Teori ini dikemukakanoleh Max Weber dalam bukunya “The Protestant Ethic and Spirit of Capitalism”.
Kata birokrasi berasal dari kata legal-rasional. Organisasi itu legal, karena wewenangnyaberasal dari seperangkat aturan prosedur dan peranan yang dirumuskan secara jelas dan organisasi disebut rasional dalam hal penetapan tujuan dan perancangan organisasi untuk mencapai tujuan tersebut.
Karakteristik birokrasi menurut Weber ;
-     Pembagian kerja yang jelas
-     Hirarki wewenang yang dirumuskan secara baik
-     Program rasional dalam pencapaian tujuan organisasi
-     System prosedur bagi penanganan situasi kerja
-     System aturan yang mencakup hak-hak dan kewajiban-kewajiban posisi para pemegang jabatan
-     Hubungan antar pribadi yang bersifat impersonal
Teori administrasi
Teori ini sebagian besar dikembangkan atas dasar sumbangan Henri Fayol dan Lyndall Urwick dari Eropa serta Mooney dan Reiley dari Amerika
Henri Fayol seorang industrialis dari Perancis, hidup pada tahun 1841-1925, Fayol mengemukakan dan membahas 14 kaidah manajemen yang menjadi dasar perkembangan teori administrasi ;
-     Pembagian kerja
-     Wewenang dan tanggung jawab
-     Disiplin
-     Kesatuan perintah
-     Kesatuan pengarahan mendahulukan kepentingan umum dari pada kepentingan pribadi
-     Balas jasa
-     Sentralisasi
-     Rantai scalar
-     Aturan
-     Keadilan
-     Kelanggengan personalia
-     Inisiatif
-     Semangat korps
Henry Fayol juga memerinci fungsi-fungsi kegiatan administrasi menjadi elemen-elemen manajemen yang dikenal sebagai Fayol’s Functionalism yaitu : perencanaan, pengorganisasian, pemberian perintah, pengkoordinasian, dan pengawasan.
James D. Mooney dan Allen Reilly pada tahun 1931 menulis dan menerbitkan buku “Onward Industry”. Mereka menyebut koordinasi sebagai factor terpenting dalam perencanaan organisasi dan menekankan tiga prinsip organisasi ;
-     Prinsip koordniasi                           -Prinsip scalar
-     Prinsip fungsional





Amperaningrum, Izzati dan Widyatmini.1994.Pengantar Organisasi & Metode.Jakarta:Penerbit Gunadarma


PROGRAM UNTUK MENGHITUNG TOTAL PEMBAYARAN BARANG



 








TUGAS 3


THE UNMANAGED COMPANY


Beberapa minggu sebelum lulus dari sekolah bisnis, Pablo Cervantes memulai pencarian kerjanya di San Diego, daerah California. Sementara ia sedang membaca iklan baris, matanya menangkap satu yang sangat khusus.

Enerjik, dan ingin bergabung dengan perusahaan yang baru terbentuk di bidang pembuangan limbah. Kami mengantisipasi pertumbuhan lima ratus persen di beberapa tahun pertama. Porang yang bergabung dengan tim kami harus melupakan tentang kendala-kendala dan peran-peran yang ditekankan oleh firma. Tuliskan untuk kami mengenai dirimu, kotak pos 7654 koran ini.

Berpikir “apa yang saya gagal?” Cervantes mengirim surat dan lamarannya. Sangat terkejut, saat menerima telepon kira-kira satu minggu kemudian. Marty Berg si penelepon berkata dia mewakili Solar Waste dan ingin bertemu dengan Cervantes. Dua orang lelaki ini menyusun waktu yang tepat. Cervantes mengikuti arahan menuju sebuah bangunan batako di daerah di kota.

Berg dikawal oleh Cervantes menuju ke sebuah sudut bangunan yang hampir kosong. Mereka duduk di dua kursi butut yang berdekatan dengan meja kerja. “Jangan biarkan penampilan menyesatkanmu” kata Berg. “Kita memiliki kontrak satu juta dollar di depan untuk bereksperimen dengan matahari yang baru – system pembuangan limbah padat. Itu adalah gelombang masa depan. Iklan itu menyebutkan kita mengharapkan pertumbuhan lima ratus persen di beberapa tahun pertama tapi itu adalah perkiraan yang konservatif. Salah satu pendiri perusahaan adalah seorang jenius ilmiah. Dia berpikir dia memiliki ide yang tepat untuk menyembuhkan masalah pembuangan limbah di berbagai iklim yang cerah.

“Terdengar sangat bagus untukku” kata Cervantes. “tapi pekerjaan apa yang kamu miliki dalam pikiran mu? Saya punya latar belakang bisnis, saya bisa menjual. Saya bisa menyelesaikan masalah. Saya bisa membantu mengatur perusahaan. Keterampilan apa yang kamu cari? Apa yang akan menjadi pekerjaan saya?”

Dengan sebuah senyum, Berg melihat Cervantes dan berkata “Pablo itulah intinya, kita mencoba untuk membuat iklan. Solar Waste tidak memiliki jabatan dalam pekerjaan, tidak ada deskripsi pekerjaan dan tidak ada tingkatan manajemen. Kita semua akan menyingsingkan lengan baju dan melakukan apapun yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan. Kamu harus menyingkirkan your hangs-up tentang teori organisasi klasik untuk bekerja disini

“Anda bermaksud mengatakan anda akan mencoba untuk memenuhi kontrak satu juta dollar tanpa melakukan perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan atau pengendalian?”

“sekarang tangkap ini, di sekitar sini organisasi tradisional sudah mati. Kita akan bekerja bersama sebagai sebuah grup dan melakukan apa yang perlu dilakukan."

“tapi paling tidak kamu ceritakan padaku apa jabatanku nanti?” Tanya Cervantes. “saya akan menjadi manajer? Seorang tenaga penjualan? Seorang spesialis?”
Kamu membahas itu lagi” kata Berg. “jabatan itu tidak memiliki hubungan dengan firma kecil rintisan kita. Kami mencari bakat dan ambisi. Kami memiliki produk idak konvensional untuk ditawarkan kepada masyarakat, jadi kami ingin sebuah perusahaan yang tidak konvensional melaksanakan misi kami. Tidak ada peran untuk siapapun”
“oke saya mengerti intinya. Tapi bagaimana dengan gaji awal jika saya bergabung di Solar Waste. Berapa itu?

“Banyak yang akan tergantung kepada apa yang menurutmu layak dan berapa banyak uang yang kami sediakan untuk berbagi diantara kami sendiri. Kami tidak mau membayar upah orang tetap setiap bulan. Banyak yang bergantung pada banyak bekerja banyak memperoleh”.

Saat ini, telepon Berg bordering. Setelah mengobrol beberapa menit. Berg berkata “saya harus mengurus keadaan darurat sekarang. Bisakah kamu kembali dalam 20 menit? Kemudian kamu bertemu dengan pendiri dari Solar Waste. Saya rasa saya melihat beberapa kemungkinan disini saya tahu dia ingin bertemu denganmu”.

Cervantes berjalan diseberang jalan untuk mendapatkan minuman ringan dari mesin penjual. Dia berpikir untuk dirinya sendiri “Haruskah saya melompat ke mobilku dan menyalakannya? Atau haruskah saya melihat lebih jauh kedalam kesempatan ini untuk kesempatan yang besar?”

PERTANYAAN :

1. Apa pendapat Anda tentang filosofi pengelolaan limbah solar ?
2. Apakah struktur organisasi Mert Berg akan bekerja? mengapa atau tidak mengapa ?
3. Dari point pentingnya, Berg Marty menggambarkan sebuah utopia atau sebuah lubang ular? Jelaskan alasan Anda.
4. Apa yang harus Pablo Cervantes kerjakan setelah dia selesai mengambil minuman ringannya ?
JAWABAN :
1. pengelolaan limbah solar tentunya memang sangat diperlukan dalam usaha mengurangi limbah yang ada.
2. Tidak, karena perusahaan ini tidak memiliki struktur yang baik. Perusahaan ini terbengkalai nantinya karena tidak adanya proses dan tingkatan manajemen didalamnya.
3. sebaiknya dalam kerja di setiap kelompoknya tidak hanya menunggu hasil, melainkan saling membahu dalam meningkatkan perusahaannya
4. Sebaiknya Pablo mencari pekerjaan di perusahaan yang lebih terorganisir dengan baik dan memiliki tingkatan dan proses manajemen yang baik pula sehingga tidak akan seperti perusahaan contoh diatas.


Friday, April 06, 2012


PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP PRODUKTIVITAS ORGANISASI


PENDAHULUAN

Sebagaimana kita ketahui bahwa setiap kelompok membutuhkan seorang pemimpin. Pemimpin seperti apa yang dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitasnya kelompoknya. berikut dijelaskan mengenai Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Produktivitas Organisasi.

ISI

PENGERTIAN KEPEMIMPINAN
     Kepemimpinan adalah ilmu terapan dari ilmu-ilmu social yang disebabkan prinsip-prinsip dan perumusannya dapat diharapkan mendatangkan manfaat bagi kesejahteraan manusia.
Ada banyak pengertian yang dikemukakan oleh para pakar menurut sudut pandangnya masing-masing, definisi tersebut menunjukkan adanya kesamaan.
PENGERTIAN KEPEMIMPINAN MENURUT PARA AHLI
àMenurut Tead; Terry; Hoyt (dalam Kartono, 2003) Pengertian Kepemimpinan yaitu kegiatan atau seni mempengaruhi orang lain agar mau bekerjasama yang didasarkan pada kemampuan orang tersebut untuk membimbing orang lain dalam mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan kelompok.
àMenurut Young (dalam Kartono, 2003) Pengertian Kepemimpinan yaitu bentuk dominasi yang didasari atas kemampuan pribadi yang sanggup mendorong atau mengajak orang lain untuk berbuat sesuatu yang berdasarkan penerimaan oleh kelompoknya, dan memiliki keahlian khusus yang tepat bagi situasi yang khusus.
Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa kepemimpnan merupakan kemampuan mempengaruhi orang lain, bawahan atau kelompok, kemampuan mengarahkan tingkah laku bawahan atau kelompok, memiliki kemampuan atau keahlian khusus dalam bidang yang diinginkan oleh kelompoknya, untuk mencapai tujuan organisasi atau kelompok

MACAM-MACAM GAYA KEPEMIMPINAN
Macam-Macam Gaya Kepemimpinan
1. Gaya Kepemimpinan Otoriter / Authoritarian
Adalah gaya pemimpin yang memusatkan segala keputusan dan kebijakan yang diambil dari dirinya sendiri secara penuh. Segala pembagian tugas dan tanggung jawab dipegang oleh si pemimpin yang otoriter tersebut, sedangkan para bawahan hanya melaksanakan tugas yang telah diberikan.
2. Gaya Kepemimpinan Demokratis / Democratic
Gaya kepemimpinan demokratis adalah gaya pemimpin yang memberikan wewenang secara luas kepada para bawahan. Setiap ada permasalahan selalu mengikutsertakan bawahan sebagai suatu tim yang utuh. Dalam gaya kepemimpinan demokratis pemimpin memberikan banyak informasi tentang tugas serta tanggung jawab para bawahannya.
3. Gaya Kepemimpinan Bebas / Laissez Faire
Pemimpin jenis ini hanya terlibat delam kuantitas yang kecil di mana para bawahannya yang secara aktif menentukan tujuan dan penyelesaian masalah yang dihadapi.
PENGERTIAN ORGANISASI
Organisasi adalah wadah berkumpulnya sekelompokorang yang memiliki tujuan bersama, kemudian mengorganisasikan diri dengan bekerja sama dan merealisasikan tujuannya yang memungkinkan untuk dapat meraih hasil yang sebelumnya belum dapat dicapai oleh individu sendiri
     Pada dasarnya manusia tidak bisa hidup sendiri. Sebagian besar tujuan hidupnya dapat terpenuhi bila ada interaksi dengan orang lain, juga karena manusia memiliki kebutuhan terhadap manusia lainnya. Karena itulah biasanya manusia berkumpul dan membentuk kelompok yang biasa disebut organisasi. Karang Taruna, perusahaan, kerajaan, negara, adalah bentuk-bentuk dari organisasi. Bahkan sebuah organisasi kejahatan pun pada dasarnya juga adalah sebuah organisasi, dimana mereka bergabung dan berkumpul karena memiliki tujuan dan kepentingan yang sama. Organisasi yang paling kecil yang kerap kita jumpai adalah keluarga. Keluarga pada hakikatnya adalah sebuah organisasi. Keluarga adalah satuan organisasi terkecil yang pertama  kali dikenal oleh setiap manusia.

PENGERTIAN PRODUKTIVITAS
Produktivitas mempunyai pengertian filosofis dan teknik operasional. Secara filosofis produktivitas merupakan sikap mental yang mempunyai pandangan bahwa "Mutu kehidupan hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari ini" {Ravianto 1985).
Sikap seperti  di atas tentu sangat diperlukan untuk menjawab berbagai tantangan dalam melakukan berbagai aktivitas dan diharapkan pula menciptakan suasana kehidupan kerja dan prosedur kerja yang  lebih baik serta dapat menciptakan metode-metode dan sistem kerja yang  produktif dan dapat menghindari pemborosan-pemborosan yang pada akhimya  mendatangkan kerugian bagi pihak badan usaha.  Secara teknik operasional, produktivitas diartikan sebagai efisiensi dari  penggunaan sumber daya untuk menghasilkan pengeluaran yang efisien. 
Menurut Werther (1986) yang mengatakan bahwa definisi atau pengertian produktivitas adalah keluaran  fisik per unit dari usaha produktif, produktivitas adalah tingkat keefektifan dari  penggunaan tenaga kerja dan peralatan.
Suprihanto (1992) mengatakan bahwa definisi atau pengertian produktivitas adalah  perbandingan antara hasil yang dicapai dengan keseiuruhan sumber  daya yang dipergunakan.
Winardi (1981) mengatakan bahwa definisi atau pengertian produktivitas adalah rasio output fisik  dibandingkan dengan input fisik.


KESIMPULAN
Berkaitan dengan macam-macam gaya kepemimpinan seorang pemimpin diikuti selalu dengan perkembangan bawahannya yang selalu mengikuti arahan pemimpinnya entah itu dilakukan secara demokratis, otoriter, atau bebas seperti yang telah disebutkan diatas. Para pemimpin tersebut memiliki tanggung jawab untuk memajukan kelompoknya dengan berbagai cara memimpin yang baik pula tentunya untuk kelompoknya.
Jika dilihat dari porsi memimpinnya, kuasa dari pemimpin dengan cara otoriter sangat kuat dikarenakan semua keputusan, tangung jawab berada pada tangan si pemimpin sehingga para bawahan hanya sekedar menerima tugas yang sifatnya hanya menuruti apa yang diperntahkan oleh si pemimpin.
untuk gaya kepemimpinan yang demokratis dapat kita lihat bahwa sang pemimpin tidak hanya memberi perintah tetapi merangkul seluruh bawahannya yang terkait untuk kelangsungan kelompoknya dengan cara ini dapat kita lihat para bawahan ini aka berlomba-lomba untuk menjadikan kelompoknya yang terbaik sehinggatingkat kreativitasnya pubn semakin maksimal 
jika menilik langsung kepada gaya kepemimpinan yang terakhir yaitu gaya kepemimpinan yang bebas para pemimpin tidak terjun langsug kedalam situasi penting dalam setiap kegiatan organisasi melainkan bawahannya karena si pemimpin menganggap bahwa para bawahannya lah yang akan memajukan kelompoknya itu.

DAFTAR PUSTAKA


Sunday, March 11, 2012

MATERI 7 : PERTUMBUHAN ORGANISASI DAN EFEKTIVITAS ORGANISASI


1. Pertumbuhan Organisasi
      Ada empat cara pertumbuhan organisasi , yaitu melalui kegiatan :
         1) Ekspansi.
         2) Diversifikasi.
         3) Pengembangan Teknologi.
         4) Perbaikan Teknik Manajerial.
1. Ekspansi
    Strategi ekspansi dipakai oleh Philip Morris pada saat membeli Kraft,sehingga membuat Philip Morris menjadi lebih besar dalam industri makanan.
2. Diversivikasi
   Pertumbuhan ini muncul dari berbagai macam bentuk usaha, seperti pengembangan produk dan jasa yang baru, integrasi vertical dan diversifikasi konglomerasi.Contohnya adalah Paramount Communications yang memiliki berbagai bidang usaha, sepertiParamount Pictures, tim bola basket New York Knicks dan penerbit Simon and Schuster.
3. Pengembangan Teknologi
    Pertumbuhan ini muncul dari dampak aplikasi pengembangan teknologi sebuah organisasi, seperti Federal Express yang tumbuh dengan cepatsebagai akibat penggunaan teknologi komputer dari mulai penerimaan paket sampai penyampaian paket ke konsumen.
4. Perbaikan Teknik Manajerial
    Pertumbuhan ini muncul sebagai dampak dari prosesmanajemen yang dimodifikasi dan diperbaiki sehingga menimbulkan efisiensi. Contohnyaadalah IBM yang mempunyai kader manajer yang handal dan memberikan kontribusi terhadap proses manajemen, sehingga memberikan daya dorong yang luar biasa bagi pertumbuhanorganisasi.Model Pertumbuhan Organisasi
Pada permulaan tahun 1970-an Larry Greiner menyatakan bahwa evolusi organisasidikarakteristikkan oleh tahap pertumbuhan yang panjang dan tenang yang selanjutnya disebutevolusi, kemudian diikuti oleh periode kekacauan yang disebut revolusi. Model pertumbuhanorganisasi meliputi lima tahap, yaitu sebagai berikut :

1) Kreativitas

2) Pengarahan
3) Pendelegasian
4) Koordinasi
5) Kerjasama.

Tahap 1 : Kreativitas
    Kreativitas para pendiri organisasi merupakan tahap awal darievolusi suatu organisasi. Bentuk kreativitas ini biasanya dalam mengembangkan produknya dan pasar. Disain organisasi pada tahap ini masih merupakan struktur sederhana dan pengambilankeputusan dikontrol oleh manajer-pemilik atau top manajemen. Komunikasi antar tingkatan didalam organisasi berlangsung intensif dan informal.Krisis yang muncul pada tahap awal pertumbuhan organisasi adalah krisiskepemimpinan, karena manajer sukar mengelola organisasi dengan hanya mengandalkan padakomunikasi informal. Oleh karena itu diperlukan manajemen profesional yang dapatmemperkenalkan dan mengimplementasikan manajemen dan tehnik organisasi yang makinkompleks.
Tahap 2 : Pengarahan
     Pada tahap pengarahan desain organisasi makin birokratis,komunikasi antar tingkatan menjadi formal dan spesialisasi pekerjaan mulai diterapkan, sepertiaktivitas produksi dan pemasaran. Pengambilan keputusan pada tahap ini bermuara padamanajemen baru dan manajer tingkat bawah tidak diikut sertakan. Keadaan ini akanmenimbulkan krisis otonomi, dimana manajer tingkat bawah akan mencari pengaruh yang lebih besar di dalam pengambilan keputusan. Pada prinsipnya solusi dari krisis otonomi tersebutadalah pendesentralisasian pengambilan keputusan.
Tahap 3 : Pendelegasian
    Pada tahap pendelegasian manajer tingkat bawah mempunyaiotonomi yang lebih besar dalam menjalankan aktivitas unit kerjanya, sedangkan top manajemenlebih berkonsentrasi pada perencanaan strategis jangka panjang. Krisis yang muncul dari tahap pendelegasian adalah krisis kontrol, karena manajer tingkat bawah merasa nyaman denganotonomi yang diberikan, sedangkan top manajemen merasa takut organisasi akan dibawa ke berbagai arah. Oleh karena itu diperlukan suatu cara dalam mengelola jalannya roda organisasi.
Tahap 4 : Koordinasi
    Tahap ini muncul sebagai akibat dari krisis kontrol pada tahap pendelegasian. Koordinasi sangat diperlukan oleh manajer lini dari unit-unit staf dan kelompok-

kelompok produk dalam menjalankan fungsinya. Namun adanya koordinasi juga menimbulkankonflik garis-staf yang menyita banyak waktu dan energi, sehingga muncul krisis birokrasi.

Tahap 5 : Kerjasama
    Jalan keluar dari krisis birokrasi pada tahap koordinasi adalahkerjasama yang kuat antar individu di dalam organisasi. Budaya organisasi menjadi substitusi bagi kontrol formal manajemen organisasi. Struktur organisasi bergerak ke arah bentuk organik.Gambar 1. Model Pertumbuhan Organisasi, Larry Greiner (1970).Model pertumbuhan organisasi sebagaimana gambar 1, menunjukkan paradoks bahwatahapan pertumbuhan organisasi menimbulkan masalah tersendiri. Setiap tahap pertumbuhanmemunculkan krisis yang baru dan setiap krisis mengharuskan manajemen melakukan penyesuaian alat koordinasi, sistem kontrol dan disain organisasi.

2. PENGERTIAN EFEKTIFITAS ORGANISASI

 Organisasi adalah merupakan kumpulan dari individu dan kelompok sehingga keefektifan organisasi pada dasarnya adalah merupakan fungsi dari keefektifan individu dan kelompok. Secara lebih sederhana organisasi adalah kesatuan susunan yang terdiri dari sekelompok oarang yang mempunyai tujuan yang sama, yang dapat dicapai secara bersama, dimana dalam melakukan tindakan itu ada pembagian tugas, wewenang dan tanggung jawab bagi tiap-tiap personal yang terlibat didalamnya untuk mencapai tujuan organisasi. 
Organisasi biasanya berada dalam lingkungan yang bergolak dengan sumberdaya terbatas, lingkungan yang berubah-ubah sesuai dengan perkembangan zaman, perubahan tersebut akan memepengaruhi efektivitas organisasi. Dalam lingkungan demikian organisasi harus tanggap dan pandai mengantisipasi perubahan agar organisasi tersebut tetap dapat mempertahankan keberadaannya (exist) dan dapat berfungsi (functional). Agar organisasi dapat mempertahankan keberadaannya dan dapat berfungsi, maka organisasi itu haruslah efektif.
Untuk menilai apakah organisasi itu efektif atau tidak, ada banyak pendapat antara lain mengatakan bahwa suatu organisasi efektif atau tidak, secara keseluruhan ditentukan oleh apakah tujuan organisasi itu tercapai dengan baik atau sebaliknya. Teori yang paling sederhana ialah teori yang berpendapat bahwa efektivitas organisasi sama dengan prestasi organisasi secara keseluruhan, pandangan yang juga penting adalah teori yang menghubungkan tingkat kepuasan para anggotanya. Menurut teori ini sesuatu organisasi dikatakan efektif bila para anggotanya merasa puas. Akhir-akhir ini berkembang suatu teori atau pandangan yang lebih komprehensif dan paling umum dipergunakan dalam membahas persoalan efektivitas organisasi adalah kriteria flexibility, productivity dan satisfaction.
Dengan melihat organisasi sebagi sistem, usaha membahas efektivitas organisasi secara lebih komprehensif menjadi lebih mungkin. Memang dalam kenyataan sangatlah sulit melihat atau mempersamakan efektivitas organisasi dengan tingkat keberhasilan dalam pencapaian tujuan. Hal ini disebabkan selain karena selalu ada penyesuaian dalam target yang akan dicapai, juga dalam proses pencapaiannya sering sekali ada tekanan dari keadaan sekeliling. Kenyataan tersebut selanjutnya menyebabkan bahwa jarang sekali target dapat tercapai secara keseluruhan. Adam I. Indrawijaya. (2000:227). 
Menurut Soekarno K. (1986:42) efektif adalah pencapaian tujuan atau hasil dikehendaki tanpa menghiraukan faktor-faktor tenaga, waktu, biaya, fikiran alat dan lain-alat yang telah dikeluarkan/ digunakan. Hal ini berarti bahwa pengertian efektivitas yang dipentingkan adalah semata-mata hasil atau tujuan yang dikehendaki. Jadi pengertian efektivitas kinerja organisasi adalah pencapaian tujuan atau hasil yang dilakukan dikerjakan oleh setiap individu secara bersama-sama. Yakni efektivitas individual adalah harus merupakan sebab dari kelompok, begitu pula tidak dapat dikatakan bahwa efektivitas kelompok adalah jumlah dari efektivitas individu. Hubungan antara pandanganpandangan tersebut berubah-ubah tergantung dari faktor-faktor seperti jenis organisasi, pekerjaan yang dilaksanakan, teknologi yang digunakan dalam melaksanakan pekerjaan tersebut.
Berdasarkan kajian histories tentang perkembangan konsep keefektifan organisasi  dapat dilihat pada awalnya sekitar tahun 1950-an, dimana keefektifan diartikan secara sederhana sebagai sejauh mana sebuah organisasi mewujudkan tujuan-tujuannya.
Keefektifan organisasi dapat didefinisikan sebagai tingkatan pencapaian organisasi atas tujuan jangka panjang dan tujuan jangka pendek.
II. PENDEKATAN-PENDEKATAN KEEFEKTIFAN ORGANISASI
  1. Pendekatan Pencapaian Tujuan (goal attainment approach)
Pendekatan pencapaian tujuan mengasumsi bahwa organisasi adalah kesatuan yang dibuat dengan sengaja, rasional, dan mencari tujuan. Oleh karena itu, pencapaian tujuan yang berhasil menjadi sebuah ukuran yang tepat tentang keefektifan. Namun demikian agar pencapaian tujuan bisa menjadi ukuran yang sah dalam mengukur keefektifan organisasi, asumsi-asumsi lain juga harus diperhatikan. Pertama, organisasi harus mempunyai tujuan akhir. Kedua, tujuan-tujuan tersebut harus diidentifikasi dan ditetapkan dengan baik agar dapat dimengerti. Ketiga, tujuan-tujuan tersebut harus sedikit saja agar mudah dikelola. Keempat, harus ada consensus atau kesepakatan umum mengenai tujuan-tujuan tersebut.
Beberapa permasalahan dalam pendekatan ini antara lain adalah :
  1. apa yang dinyatakan secara resmi oleh sebuah organisasi sebagai suatu tujuan tidak selalu mencerminkan tujuan yang sebenarnya.
  2. Tujuan jangkan pendek sering kali berbeda dengan tujuan jangka panjangnya.
  3. Organisasi yang memiliki tujuan majemuk akan menciptakan kesulitan.
  1. Pendekatan Sistem (system approach)
Pendekatan system terhadap efektifitas organisasi mengimplikasikan bahwa organisasi terdiri dari sub-sub bagian yang saling berhubungan. Jika slah satu sub bagian ini mempunyai performa yang buruk, maka akan timbul dampak yang negative terhadap performa keseluruhan system.
Keefektifan membutuhkan kesadaran dan interaksi yang berhasil dengan konstituensi lingkungan. Manajemen tidak boleh gagal dalam mempertahankan hubungan yang baik dengan para pelanggan, pemasok, lembaga pemerintahan, serikat buruh, dan konstituensi sejenis yang mempunyai kekuatan untuk mengacaukan operasi organisasi yang stabil.
Kekurangan yang paling menonjol dari pendekatan system adalah hubungannya dengan pengukuran dan masalah apakah cara-cara itu memang benar-benar penting. Keunggulan akhir dari pendekatan system adalah kemampuannya untuk diaplikasikan jika tujuan akhir sangat samara atau tidak dapat diukur.
  1. Pendekatan Konstituen-Strategis (strategic-constituencies approach)
Pendekatan konstituensi-strategis memandang organisasi secara berbeda. Organisasi diasumsikan sebagai arena politik tempat kelompok-kelompok yang berkepentingan bersaing untuk mengendalikan sumber daya. Dalam konteks ini, keefektifan organisasi menjadi sebuah penilaian tentang sejauh mana keberhasilan sebuah organisasi dalam memenuhi tuntutan konstituensi kritisnya yaitu pihak-pihak yang menjadi tempat bergantung organisasi tersebut untuk kelangsungan hidupnya di masa depan.
Kekurangan dari pendekatan ini adalah dalam praktik, tugas untuk memisahkan konstituensi strategis dari lingkungan yang lebih besar mudah untuk diucapkan, tetapi sukar untuk dilaksanakan. Karena lingkungan berubah dengan cepat, apa yang kemarin kritis bagi organisasi mungkin tidak lagi untuk hari ini. Dengan mengoperasikan pendekatan konstituensi strategis, para manajer mengurangi kemungkinan bahwa mereka mungkin mengabaikan atau sangat mengganggu sebuah kelompok yang kekuasaannya dapat menghambat kegiatan-kegiatan sebuah organisasi secara nyata.
  1. Pendekatan Nilai-nilai Bersaing (Competing-values approach)
Nilai-nilai bersaing secara nyata melangkah lebih jauh dari pada hanya pengakuan tentang adanya pilihan yang beraneka ragam. Pendekatan tersebut mengasumsikan tentang adanya pilihan yang beraneka ragam. Pendekatan tersebut mengasumsikan bahwa berbagai macam pilihan tersebut dapat dikonsolidasikan dan diorganisasi. Pendekatan nilai-nilai bersaing mengatakan bahwa ada elemen umum yang mendasari setiap daftar criteria Efektifitas Organisasi yang komprehensif dan bahwa elemen tersebut dapat dikombinasikan sedemikian rupa sehingga menciptakan kumpulan dasar mengenahi nilai-nilai bersaing. Masing-masing kumpulan tersebut lalu membentuk sebuah model keefektifan yang unik.

http://muzakki82.wordpress.com/2010/03/23/efektifitas-organisasi/