Wednesday, September 26, 2012


caramel frappĂ© cupcake 


strawberry milkshake cupcake 


peanut butter and chocolate milkshake cupcake 


chai tea frappé cupcake

source : cupcakestakethecake

Saturday, June 30, 2012

Wednesday, June 20, 2012

Tuesday, May 08, 2012

TULISAN 5


ENAM LANGKAH MANAJEMEN RISIKO


Manajemen risiko adalah suatu proses mengidentifikasikan dan mengukur harta, hutang, dan personil dari risiko murni. Enam langkah yang termasuk dalam proses manajemen risiko adalah :
1.   Menemukan tujuan perusahaan/keluarga dalam mencapai proses manajemen risiko.
2.  Setelah tujuan diterapkan maka manajer risiko harus mengidentifikasikan kerugian kerugian dari perusahaan atau keluarga. Identifikasi risiko ini mungkin merupakan fungsi yang paling sulit dilakukan oleh seorang manjer risiko. Kesaahan alam mengidentifikasikan seluruh hal-hal yang ada dalam keluarga menyebabkan manajer risiko tidak memiliki kesempatan dan mengetahui kerugian yang tidak diketahui secara ilmiah.
3.  Langkah berikut yang penting adalah mengukur kerugian yang potensial selama periode anggaran. Yang termasuk dalam pengukuran ini yaitu;
·         Kemungkinan atau kesempatan bahwa kerugian tersebut akan terjadi
·         Pengaruh dari kerugian tersebut
·         Kemampuan untuk memperkirakan kerugian-kerugian yang besar yang benar-benar akan terjadi. Proses pengukuran ini penting karena dapat mengidentifikasikan terhadap hal-hal yang benar-benar serius dalam perusahaan.

4.  Langkah berikutnya manajer risiko harus memilih kombinasi yang terbaik dari teknik yang digunakan dalam memecahkan masalah tersebut yang termasuk dalam teknik ini yaitu:
·         Menghindari exposure
·         Mengurangi kesempatan bahwa kerugian akan terjadi atau bila hal-hal tersebut terjadi maka kurangi besarnya kerugian
·         Memindahkan kerugian yang potensial kepada bagian yang lain
·         Mengurangi kerugian-kerugian tersebut
5.  Setelah memutuskan alternative teknik dari risiko maka manajer risiko harus menerapkan keputusan yang dibuat.
6. Hasil dari keputusan yang telah dibuat harus diawasi untuk mengevaluasi dari keputusan tersebut.







Nugroho, Widyo dkk.1999.Asuransi dan Manajemen Risiko.Jakarta:Penerbit Gunadarma

Wednesday, May 02, 2012

 TEORI ORGANISASI MODERN


Teori ini kadang disebut sebagai analisa system pada organisasi merupakan aliran besar ketiga dalam teori organisasi dan manajemen. Teori modern melihat semua unsure organisasi sebagai satu kesatuan dan saling ketergantungan yang didalamnya mengemukakan bahwa organisasi bukanlah suatu system tertutup yang berkaitan dengan lingkungan yang stabil akan tetapi organisasi merupakam system terbuka.

Teori modern dikembangkan sejak tahun 1950 dalam banyak hal yang mendalam teori modern berbeda dengan teori klasik perbedaan tersebut diantaranya adalah :
Teori klasik memusatkan pandangannya  pada analisa dan deskripsi organisasi
Sedangkan
Teori modern dengan tekanan pada perpaduan dan perancangan menjadikan pemenuhan suatu kebutuhan yang menyeluruh.
-     Teori klasik telah membicarakan konsep koordinasi, scalar dan vertical, sedangkan teori modern lebih dinamis dari pada teori lainnya dan meliputi lebih banyak variabel yang dipertimbangkan.

Teori modern menyebutkan bahwa kerja suatu organisasi adalah sangat kompleks, dinamis, multilevel, multidimensional, multivariable, dan probabilistic. Dengan analisa system teori organisasi modern mencoba untuk mencari jawaban atas pertanyaan yang saling berhubungan.
Pertanyaan kunci tersebut diantaranya adalah ;
-     Apa yang merupakan bagian-bagian strategis system
-     Apa yang menyebabkan mereka saling bergantung
-     Proses-proses inti apa yang menghubungkan bagian-bagian secara bersama-sama dan memberikan penyesuaian satu sama lain.
-     Tujuan apa yang hendak dicapai melalui system
Konsep system umum menjadi dasar utama analisa organisasi dalam teori modern, dan secara ringkas kedua teori ini baik teori modern maupun teori system umum mempelajari;
-     Bagian-bagian dalam keseluruhan dan pergerakan individu didalam dan diluar system
-     Interaksi individu-individu dengan lingkaran yang terjadi dalam system
-     Interaksi diantara individu-individu dalam system
-     Masalah-masalah pertumbuhan dan stabilitas system.

Teori modern menunjukkan tiga kegiatan proses hubungan universal yang selalu muncul pada system manusia dalam perilakunya berorganisasi yaitu;
-     Komunikasi
-     Konsep keseimbangan
-     Proses pengambilan keputusan
Perkembangan teori organisasi yang telah dibahas, memberikan dasar munculnya berbagai pendekatan manajemen yang berbeda-beda adapun pendekatan-pendekatan manajemen tersebut adalah ;
-     Pendekatan proses ;
-     Pendekatan keprilakuan ;
-     Pendekatan kuantitatif ;
-     Pendekatan system;
-     Pendekatan situasional.




Amperaningrum, Izzati dan Widyatmini.1994.Pengantar Organisasi & Metode.Jakarta:Penerbit Gunadarma